Latest Updates
Showing posts with label Tips Sehat. Show all posts
Showing posts with label Tips Sehat. Show all posts

TELINGA "SEUMUR HIDUP TAK PERLU DIBERSIHKAN!!"

TELINGA "SEUMUR HIDUP TAK PERLU DIBERSIHKAN!!"

BAHAYA MENGOREK TELINGA




Beberapa bulan yang lalu saya mengalami kejadian yang tak disangka-sangka. Lebih tepatnya yang mengalaminya anak dari adiknya kakek saya yang kini sudah meninggal. Awal penyebab meninggalnya simpel, dia punya kebiasaan “ngileni” atau mengorek telinga dengan ujung bulu ayam. Kebiasaan yang seolah-olah tak berbahaya sama sekali.

KRONOLOGINYA
Awalnya, paman saya hanya merasakan sakit di salah satu telinganya hingga tak tahan. Bukan karena sakitnya, tapi risih dengan rasa sakit kecil yang dirasakan berhari-hari. Dia diperiksakan ke dokter umum dan sakitnya hilang. Dua minggu kemudian, sakitnya timbul lagi. Kali ini harus dirawta oleh dokter spesialis THT dan harus menjalani perawatan pembersihan telinga seminggu dua kali. Karena menyepelekan nasehat dokter, paman saya enggan periksa setelah perawatan kedua. Ia merasa sudah sehat dan tak merasakan sakit lagi. Dua minggu kemudian, tiba-tiba ia pingsan selama beberapa menit dan setelah sadar ia tak bisa diajak berkomunikasi selama beberapa jam.
Pada hari itu juga, paman dibawa ke RS di Klaten dan harus menjalani rawat inap. Kondisinya memburuk dan harus dirujuk ke RS di Jogja yang peralatannya lebih lengkap. Setelah diperiksa dokter, diputuskan harus dioperasi otaknya karena “kuman” infeksi dari telinga itu sudah masuk ke otak. Persiapan operasi itu diperkirakan butuh waktu satu bulan, namun baru dua minggu dirawat paman sudah tak tertolong dan akhirnya meninggal.
Dari pengalaman buruk itu, saya mencari-cari informasi, apakah benar mengorek telinga bisa menyebabkan infeksi dan infeksinya bisa menjalar ke otak. Dan inilah info yang saya dapatkan.

SUSUNAN TELINGA
Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. Agar kedua fungsi tersebut berjalan, telinga harus dijaga. Sayang, banyak orang yang kadung salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, mengorek telinga.
Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam. Ketiga bagian ini bekerjasama menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya, gelombang suara diterima oleh telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun dan liang telinga. Daun telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga. Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tengah melalui gendang telinga. Di belakang gendang telinga, terdapat tulang pendengaran yang bentuknya menyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang suara hingga menggetarkan gendang dan sampai ke telinga dalam.
Di telinga dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang suara yang diantarkan gendang dan tulang telinga akan menggetarkan cairan dalam rumah siput, sehingga membuat organ yang mengambang bergerak dan menyentuh ujung-ujung saraf pendengaran. Proses yang tadinya menggunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehingga kita mendengar suara.
Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih kompleks. Proses terjadi di telinga dalam. Telinga bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

BAHAYA MENGOREK
Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

CARA MENGHILANGKAN ATAU MENGHINDARI TUNGAU KASUR



Tungau atau Tuma (bed bugs:kutu busuk) merupakan serangga yg sering ada di seprai, serta sudut dan celah tempat tidur.
Jika Anda pernah bangun dan merasa gatal , dan melihat ada bentol - bentol tidak seperti digigit nyamuk kemungkinan kasur Anda ditempati tungau.

Berikut adalah tips membasmi tungau dari tempat tidur:
- Lepas seprai anda dari kasur.
- Cucilah seprai dan selimut secara terpisah dengan air panas. Jangan lupa tambahkan sejumlah deterjen serta pemutih. Jika anda atau anak anda memiliki boneka atau barang lain di tempat tidur, cuci pula dengan cara yang sama.
- Setelah itu, jemurlah tempat tidur anda (bawa keluar rumah).
-Bersihkan tempat tidur secara perlahan sampai benar-benar bersih. Jika ada debu segera hilangkan
- Ambil pembersih anti bakteri (lysol, dll). Lap permukaan tempat tidur dengan pembersih tadi. Jangan ketinggalan bersihkan sudut-sudut dan lipatan kasur. (Biasanya ini menjadi tempat tungau bersarang)
- Ambil hair dryer, nyalakan secara perlahan di atas seluruh area kasur dengan derajat panas setinggi mungkin. Tindakan ini akan menghanguskan Tungau dan larvanya. Jangan biarkan terlalu lama di area yang sama untuk menghindari kebakaran.
- Selanjutnya, lap rangka - rangka tempat tidur dengan cairan pembersih (lysol). Lap hingga ke sudut-sudut ranjang. (Termasuk kaki ranjang)
- Hair dryer rangka ranjang sama seperti ketika meng-hair dryer kasur.
- Lap setiap meja yang ada di sekitar tempat tidur dengan menggunakan cairan pembersih.
- Untuk mencegah tungau atau kutu busuk kembali ke tempat tidur, pastikan Anda mencuci seprai dan selimut seminggu 1 kali dengan air panas.
Ingat ! Untuk menghindari tungau kembali ke tempat tidur anda,mandilah dahulu sebelum tidur!

Bahaya Kasur: Tungau dan Tuma (Kutu Busuk)

Kasur udah jadi kebutuhan kita sehari-hari dan udah menjadi “teman tidur” dan juga teman "bercinta" setiap hari.. hihi

Tapi bagaimana jadinyakalo:
* Kasur tu bisa BERBAHAYA buat kesehatan kita?
* Siapa bilang kita tidur sendiri (ato berdua) di kasur?

Ternyata dikasur ada 2 jenis kutu / tungau:

1. Kutu Busuk (Bed Bugs)

Ini jenis kutu pertama yang sangat sering banget kita liat di lipetan-lipetan kasur. Yang bahaya dari kutu ini adalah gigitannya. Makanannya darah manusia. Waktu kutu ini gigit, dia ngeluarin suatu zat anaestesi (zat yang bikin baal) jadi orang yang digigit ga kerasa apa2. Udah itu baru ngisep darah orang yang digigit. Selain gigitannya, zat anaestesi yang dikeluarin kutu busuk juga bisa bikin kita alergi. Badan manusia bakal 'mendeteksi' zat anaestes ii sebagai benda asing yang harus dilawan, jadi badan manusia bakal ngeluarin zat yang ngelawan zat anaestesi tadi. Akibatnya bekas gigitan bakal ngelebar.


2. Tungau (Dust Mite)

Jenis kutu ini sangat berbahaya, yang berbahaya bukan kutunya tapi kotorannya. Ada sekitar 2 juta tungau yang hidup di permukaan ranjang dan bantal. Tungau atau Dust Mite merupakan sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil (0,05 - 0,1 milimicron) sehingga baru bisa dilihat di bawah microscop dengan pembesaran minimun 20 kali. Tungau ini hidup dari memakan serpihan sel kulit mati manusia. Mereka mengeluarkan kotoran setiap hari dalam bentuk debu tungau yang sangat halus. Debu tungau ini kemudian berterbangan setiap kali Anda bergerak di tempat tidur.
30% orang dewasa dan anak-anak menderita alergi terhadap debu tungau. Tungau adalah penyebab utama Asma, pilek/bersin, gatal-gatal, scabies, dan bengkak pada kulit serta demam.

1. ternyata nyak babe kita dulu udah tau cara bikin kasur kita sehat gan... cara ngilangin kutunya tu di JEMUR.... terus gebukin dah tu kasurnya.... biasanya bakal banyak debu-debu yang berterbangan... Konon katanya itulah debu tungau dan tungaunya sendiri.... (GILE ORTU KITE CANGGIH COY........!!!!)

2. kendalanya kasur (spring bed) sekarang kan berat2 tu, dan kalo di jakarta si kayanya udah jarang banget orang2 yang sempet jemur kasur (jaman sekarang gitu loh)... jadi para pakar industri perkasuran bikin technology baru yang namanya... Anti Kutu, Anti Bakteri....
Tapi ternyata belum menyelesaikan dengan sepenuhnya... Karena Bahan latex itu disimpen ditengah2 kasur jadi bagian atas kasur (permukaan kasur) masih bisa hidup kutu tungau. Maka bahan dipermukaan atas kasur yang bukan latex disemprot zat anti kutu. tapi zat ini bertahan paling lama 2 tahun, jadi setekah 2 tahun permukaan kasur udah bisa ada kutu tungaunya lagi...

3. Para pakar perkasuran ga manyerah sampe sini aja ternyata... sekarang ada product baru yang bisa mengatasi sepenuhnya masalah kutu tungau dan kutu busuk yang ada si kasur. Nama kerennya Mattress Protector atau pelindung kasur.... gw search di google ternyata di amerika ada merk mattress protector terkenal, merknya Protect-A-Bed 'www.protectabed.com'

gw tanya ke temen gw yang di amrik ternyata disono udah booming dari 5 tahun belakangan. dan hampir semua orang udah pake product ini.. Indonesia ketinggalan lagi di dunia perkasuran...
Waktu gw iseng search di google ternyata di Indonesia udah ada mattress protector merk Protect-A-Bed